fbpx

Otomatisasi Rekrutmen Karyawan – Sebuah Keniscayaan!

Otomatisasi-Perekrutan-Karyawan-Perusahaan

Dengan kemajuan teknologi yang pesat dalam 10 tahun terakhir, sulit dipercaya bahwa sebagian besar perusahaan saat ini masih merekrut menggunakan proses manual. Padahal, otomatisasi rekrutmen karyawan pada era digital seperti sekarang ini adalah sebuah keniscayaan bagi perusahaan.

“Kombinasi antara kekuatan iklan digital yang tertarget dan postingan lowongan pekerjaan multi-channel akan memudahkan Anda dalam proses penyaringan pelamar yang tidak memenuhi persyaratan. Kombinasi ini juga akan bisa menghemat waktu Anda daripada harus memposting lowongan pekerjaan secara manual di setiap portal karier.”

Sebagian besar perusahaan masih menggunakan teknologi lama seperti email, CV, portal karier konvensional, dan panggilan telepon secara manual. Teknologi-teknologi ini sudah digunakan selama lebih dari 20 tahun dan meskipun telah memberikan hasil yang luar biasa dalam periode waktu tersebut, teknologi ini layak diperbarui untuk mengimbangi persaingan dalam perekrutan.

Apa yang dimaksud dengan Otomatisasi Rekrutmen?

Otomatisasi Rekrutmen (Recruitment Automation) adalah sebuah teknologi untuk menggantikan tugas perekrutan manual yang memakan waktu dan berulang oleh tim perekrut. Adapun tugas yang paling memakan waktu dan berulang dari proses rekrutmen ada 3 tahap, yakni:

  1. Menarik minat kandidat
  2. Penyaringan pelamar
  3. Wawancara

Perlu diketahui, dengan Otomatisasi Rekrutmen kita sebenarnya tidak menghapus salah satu dari tahapan di atas. Sebaliknya, kita mengotomatiskan tahap-tahap tersebut untuk menghemat waktu dan biaya sampai proses wawancara tatap muka dilakukan.

Otomatisasi Menarik Minat Kandidat (Talent Attraction Automation)

Talent Attraction dulunya merupakan proses yang sangat membosankan. Pasalnya, perekrut harus secara manual memposting pekerjaan di situs kerja dan menyaring (secara manual pula) melalui database kandidat. Tentu proses ini  sangat memakan waktu dan jangkauannya terbatas.

Namun berkat media sosial, Google, dan pengembangan platform karier, perusahaan mana pun sekarang dapat menjangkau jutaan kandidat potensial hanya dengan satu klik tombol. Ya, saat ini seluruh proses dapat diotomatisasi sepenuhnya oleh platform kerja multi-channel dan iklan digital di media sosial serta jaringan iklan seperti Google.

Bagaimanapun juga, marketers telah menggunakan iklan online (ads) selama lebih dari satu dekade untuk menarik minat pengguna (user). Sekarang sudah waktunya tim Human Resource (HR) atau Human Capital (HC) sadar dan menggunakan teknologi tersebut untuk menarik minat kandidat!

Dengan menggabungkan kekuatan ads yang ditargetkan dengan postingan lowongan pekerjaan multi-channel, Anda dapat secara otomatis menyaring pelamar sesuai kualifikasinya sambil menghemat waktu dan tenaga.

Otomatisasi Penyaringan Pelamar (Applicant Screening Automation)

“Sebagai mantan recruiter, saya biasa membaca ratusan CV dalam sehari. Ini adalah tugas yang sangat memakan waktu dan tidak efisien karena harus secara perlahan (serta manual) membuka setiap email yang masuk. Setelah itu, saya menghabiskan setengah hari menelepon pelamar untuk menyaring mereka dengan pertanyaan yang sama berulang kali. Itu mengerikan dan membuang-buang waktu saya,”

jelas CEO dan Co-Founder GrabJobs, Emmanuel Crouy.

Namun, berkat teknologi dan otomasi, hari-hari nampak semakin cerah! Sekarang kita bisa menggunakan Interview Chat Bot yang akan melakukan semua pekerjaan tersebut.

Cara kerjanya, Bot akan menyaring pelamar sesuai dengan persyaratan pekerjaan, menanyakan pertanyaan saat penyaringan tahap awal, dan memberikan nilai kepada pelamar berdasarkan jawaban interview mereka.

Teknologi ini akan sangat berguna jika Anda melakukan
perekrutan dalam volume yang besar. Alih-alih menggali informasi kandidat melalui CV yang membingungkan, Bot secara otomatis akan secara langsung mengajukan pertanyaan penting yang perlu perekrut ketahui.

“Hal yang terbaik dari semuanya, saya tidak perlu lagi menjadwalkan pelamar untuk melakukan wawancara. Sebab Bot akan secara otomatis mengundang 10% pelamar teratas dengan nilai terbaik untuk wawancara,”

ujar Emmanuel.

Otomatisasi Wawancara (Interview Automation)

Tahap ini adalah yang paling sulit untuk diotomatisasi, karena sifat wawancara yang kompleks. Pasalnya, tidak ada Bot yang sepenuhnya memiliki sentuhan manusia. Meskipun demikian, tahap ini bisa memanfaatkan teknologi baru seperti wawancara virtual dan wawancara digital.

“Sekarang saya dapat menghemat waktu dengan mengizinkan Bot untuk mengajukan pertanyaan melalui panggilan video wawancara satu arah dan kemudian menggunakan rekaman itu untuk menyaring calon potensial lebih lanjut. Tentu saja, kandidat yang terpilih setelahnya masih harus bertemu dengan perekrut, tetapi ada perbedaan besar dalam penghematan waktu antara pertemuan 20 kandidat dan pertemuan dengan 10 finalis!”

jelas Emmanuel.

Di GrabJobs, tujuan kami adalah menciptakan proses rekrutmen yang sepenuhnya otomatis dan mulus sehingga tim HR atau Sumber Daya Manusia (SDM) Anda dapat lebih fokus pada tugas-tugas produktif seperti wawancara tatap muka, pengembangan personal karyawan, dan hubungan antar-karyawan.

Platform GrabJobs akan mengotomatiskan Talent Attraction
dengan memposting pekerjaan Anda di lebih dari 20 situs pekerjaan dan memposting iklan digital online hanya dengan mengklik satu tombol. Kemudian Interview Chat Bot kami secara otomatis akan menyaring dan menjadwalkan wawancara secara eksklusif.

Selengkapnya, silakan lihat Ultimate Recruitment Guide 2020 di mana kami akan mengupas tren baru, teknologi terkini, dan metode rekrutmen yang efisien!

Ingin membaca lebih lanjut tentang Otomatisasi Rekrutmen yang telah GrabJobs hadirkan di Indonesia? Berikut adalah artikel yang patut Anda simak dari Kompas.com.